Oleh : khusyudul hibri (Budi S.)
Pekat menyelimuti pandangan
Menyeret ke dalam gelapnya lubang
Tanpa pijakan tanpa pegangan
Tanpa tahu mendasarnya sebuah pusaran
Hanya kosong yang terlihat
Hanya diam yang terdengar
Hanya sesak yang terhirup
"Mengapa?" kata sumbang yang tak lupa keluar
Seperti ritual wajib simbol ketidak berdayaan
Setalah lama tutup mata dan telinga
Mengunci hati dari lembaran suci
Jawaban Langit
Oleh : Khusyudul Hibri (Budi S.)
Ketika kuyu kaki bersmpuh menengadah
Kalut wajah mendongak menatap entah
Parau suara mengirim tanya
Mengutuk langit jika jawaban tak datang segera
Apa yang kita harapkan?
Surat jawaban jatuh meniti pelang dari angkasa?
Terbang anggun disirami cahaya?
Tiba-tiba meletup di depan mata bersama hujan?
Atau bergemah bersama gemuruh awan?
Melangkah dan bukalah mata
Jawbannya sudah hadir dengan sederhana